SEMESTA MATSNAWI JALALUDDIN RUMI


RP 75.000

Produk
Matsnawi Maknawi adalah salah satu karya terbesar Jalaluddin Rumi. Didalamnya termuat ajaran-ajaran tasawuf yang mendasar namun bermakna tinggi. Kemasannya menggunakan sastra sehingga ketika dibaca, para pembaca akan langsung terjun ke dalam samudera hikmah.


MATAHARI DIWAN SYAMS TABRIZI JALALUDDIN RUMI


. RP 75.000

Produk
Sosok Syams Tabrizi (Syamsuddin Tabrizi) sangat erat hubungannya dengan Maulana Jalaluddin Rumi. Dialah yang memberikan pengaruh kuat terhadap perubahan Rumi sehingga dikenal sebagai penyair sufi terbesar sepanjang zaman. Sosok itulah yang datang kepada Rumi, mengguncang nalarnya, mencabik hatinya, dan mengubah kehidupannya.


SAMUDRA RUBAIYAT JALALUDDIN RUMI


RP 60.000

Produk
Rubai’yat, salah satu antologi puisinya, merupakan karya yang tidak lekang oleh waktu. Didalamnya,Rumi menginterpretasikan dirinya sebagai penyair seorang sufi yang agung. Kedalaman pesan dan keindahan diksi bahasanya begitu memikat dan memesona.


PASSAGE INTO SILENCE (LORONG SUNYI) JALALUDDIN RUMI


RP 69.000

Produk

Ketika nama Maulana Jalaluddin Rumi disebutkan, fokus kita adalah pada gagasannya  tentang teosofi yang terangkai dalam kalam kalam indah, Rumi adalah legenda yang berangkat dari disiplin teologi Islam kemudian berlari menuju tasawuf ekstrem. Kehidupan pribadinya berubah total; hingga kemudian dikucilkan, dihormati, dimusuhi; dan disegani. Praktis, gaya hidup Rumi mengalami perubahan yang sangat signifikan. 

Berangkat dari rasionalitas yang biasa, namun  kemudian dia terbang membubung tinggi meninggalkan segala rasionalitas yang terbatas. Pikirannya bebas, merdeka, dan tak terhentikan oleh kemapanan yang konservatif. Hanya saja, pikirannya yang terbang itu justru terikat oleh temali cinta dan rindu yang membuncah. Tidak mengherankan jika kondisi semacam itu melahirkan bait demi bait syair sufisme yang memesona.



The Meaning Life With Rumi - Jalaluddin Rumi


RP 75.000

Produk

Jika ilmu pengetahuan dan logika membuat orang semakin pandai dan cerdik, mengapa pada saat yang sama menimbulkan permusuhan? Mengapa orang beriman berpikiran sempit dan banyak melakukan penyimpangan? Apakah pandangan sempit merupakan sifat dan ciri para pendiri agama besar? Apa sebenarnya nilai kitab suci bagi orang beriman? Apakah hanya untuk dibaca dengan suara merdu dan tidak untuk ditafsirkan dalam rangka menjawab realitas kehidupan? Mengapa orang beriman yang tahu isi kitab suci gagal dalam tindakan dan muamalah? Jika rasa cinta tumbuh dalam diri seseorang, mengapa sikapnya lantas berubah, pemahaman yang segar lantas muncul dan perbedaan pendapat tentang hal-hal yang bersifat furu (cabang) lantas dilupakan?

Atas dasar itulah melalui buku sederhana ini, buku ini menghadirkan sekumpulan bongkahan dari kearifan Jalaluddin Rumi yang tersebar dalam berbagai karyanya dan dibagi dalam enam tema besar, yaitu love (Cinta), faith (keyakinan), hope (harapan), soul (jiwa), virtue (kebajikan), dan determination (ketetapan hati). Baca dan renungilah setiap kata yang ada dalam buku ini. Anggaplah ia sebagai ilham atau pitutur dari seorang teman dekat, pemandu, atau apapun namanya yang sengaja datang melintasi zaman untuk menemui kita dan menyelamatkan kita dari krisis identitas Ilahiah, kebahagiaan, dan tanggungjawab kemanusiaan.

Selamat Membaca dan Berbahagialah...



FIHI MA FIHI JALALUDDIN RUMI


. RP 95.000

Produk

Dalam ranah tasawuf atau kajian sufisme Islam, nama Jalaluddin Rumi sangat sulit dikaburkan. Sufisme dan Rumi begitu lekat. Seseorang yang hendak mengkaji sufisme Islam, tentu akan “bertemu” nama Rumi sehingga seolah Rumi adalah sufisme itu sendiri.


Nama aslinya adalah Maulana Jalaluddin Muhammad bin Hasin Al-Khattabi Al-Bakri. Para pengkaji atau pembaca bukunya sering menyebut sufi terbesar Islam tersebut dengan sebutan Jalaluddin Rumi atau cukup Rumi. Nama Rumi dinisbatkan pada tempat tinggalnya, Provinsi Rum. Dia adalah penyair sufi terpopuler Islam. Kedalaman spiritualitasnya pun tak kalah dari tokoh-tokoh arif sebelumnya sekaliber Zarathustra, Buddha Gautama, atau Mahavira.

Banyak sekali karyanya yang menggugah spiritualitas. Tidak hanya menggugah spiritualitas, tetapi juga merevolusi pemahaman filsafat yang melenceng dan menyimpang jauh dari ketauhidan. Rumi, melalui syair dan karya-karyanya, berusaha hendak mengembalikan fitrah manusia yang bertuhan, tidak mendewakan rasionalitas semata.

Salah satu karya fenomenal Rumi adalah kitab yang bertajuk “Fihi Ma Fihi”. Arti dari judul tersebut kurang lebih adalah “inilah yang sesungguhnya”. Dari segi judul, Rumi hendak memaparkan sebuah hakikat dari keterciptaan manusia dan kehidupan di dunia yang pada muaranya menuju kepada Sang Pencipta semesta alam. Dari segi judul itu pula Rumi melalui karyanya itu juga menyampaikan kedalaman pemikiran sufismenya.

Kedalaman sufismenya jelas tergambarkan dalam berbagai syair atau tulisannya. Salah satu benang merah yang bisa ditarik dari sufismenya adalah kesadaran akan kefanaan makhluk di hadapan Sang Khaliq. Lebih dari kesadaran daripada kefanaan, bahkan juga ketaatan yang berwujud cinta kepada Sang Khaliq.

Sebagaimana yang disampaikan Rumi bahwa semua hasrat (kecintaan dan kerinduan) kepada Tuhan yang sebenarnya adalah selubung yang menutupi mata manusia. Ketika manusia telah menjalani kehidupan di dunia ini dan melihat Rajanya tanpa ada selubung, mereka akan menyadari bahwa semua hasrat itu tidak lain merupakan selubung dan tabir, dan bahwa pengembaraan sejati mereka dalam realitas tertuju pada satu hal. (hlm. 96).

Ketinggian pemahaman Rumi akan tauhid dan kedalamannya tentang tasawuf menjadikannya sosok yang petuah-petuahnya tajam mengorek moralitas manusia yang mengalami dekadensi. Bahkan, Rumi menjadi sosok yang kontraproduktif bagi mereka yang mendewakan rasionalisme tetapi mengabaikan spiritualisme. Dengan demikian, Rumi menuhankan Tuhan dengan semangat religiusitas dan spiritualitasnya.

Rumi meyakini bahwa Tuhan yang sebenarnya bukanlah yang tergambarkan. Rumi meyakini-Nya sebagai Dzat yang dicintai dan dirindui dan otak manusia tidak bisa menduga gambaran tentang-Nya. Sebagaimana syariat Islam bahwa Tuhan menurunkan Islam dan di dalam Islam terdapat hukum Tuhan yang mutlak.

Rumi mengatakan bahwa hukum Tuhan (Allah) adalah sumber mata air. Hal ini tak ubahnya seperti pengadilan kerajaan yang di dalamnya terdapat hukum-hukum raja—perintah dan larangan, politik dan keadilan—baik untuk orang-orang khusus atau orang-orang biasa. Hukum-hukum raja adalah pengadilan yang tidak terbatas dan isinya tidak bisa ditabulasikan, sangat bagus, bermanfaat, dan dengannya raja bisa menguasai dunia. Sementara itu, para darwis dan orang-orang fakir berada pada posisi sedang berbicara dengan raja, dan mengetahui ilmu yang digunakan raja untuk memerintah. (hlm. 237).

Secara tersurat, makna dari apa yang dikatakan oleh Rumi di atas adalah bahwa Tuhan mempunyai hukum yang diberlakukan bagi alam semesta ini, termasuk bagi umat manusia. Manusia sebagai khalifah fi al-ardl menjadi objek dari pembebanan hukum Tuhan.

Namun demikian, di antara umat manusia itu ada orang-orang yang “berada di depan Tuhan”, yakni mereka yang saleh dan mendalami tasawuf. Demikianlah jalan (tarekat) untuk menuju Tuhan; mendalami tasawuf atau sufisme Islam untuk mencapai tingkatan makrifat. Tingkatan makrifat inilah yang dikatakan oleh Rumi sebagai orang-orang yang berada pada posisi sedang berbicara dengan raja dan mengetahui ilmu yang digunakan raja tersebut untuk memerintah.

Kedalaman sufisme Rumi yang termaktub dalam berbagai karyanya membuatnya dikenal oleh umat manusia lintas generasi. Rumi yang lahir pada 1207 dan wafat pada 1273 masih dikenang hingga kini. Bahkan, tidak berlebihan jika kajian sufisme Islam itu seolah nama Jalaluddin Rumi senantiasa melekat kuat.

Oleh karena itu, para pengkaji dan peneliti sufisme Islam tentu tidak bisa menafikan pemikiran Rumi. Historiografi sufisme Islam telah menuliskan nama Jalaluddin Rumi sehingga dia menjadi salah satu sufi terbesar dalam Islam. Tidak berlebihan pula bahwa namanya—dalam ranah tasawuf dan sufisme—berdampingan dengan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dan Imam besar Al-Ghazali.

Buku yang berisi antologi syair Rumi yang sarat akan nilai-niali sufisme ini menjadi sumber mata air di tengah kegersangan padang pasir. Ia menjadi oase dalam ranah ilmu pengetahuan dan praktik keberagamaan yang terlampau liberal serta radikal. Ia adalah telaga dengan kesejukan spiritualitas yang menenteramkan. Karya Rumi ini menawarkan kelembutan sekaligus kesejukan untuk membasahi spiritualitas yang kering. Buku ini merupakan literasi kuno tetapi tetap segar sebagai rujukan dalam menyelami kedalaman sufisme Rumi.



TUHAN MENYAPA KITA Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif


RP 70.000
ProdukTulisan yang termuat dalam karya ini adalah salah satu keprihatinan dari seorang warga negara yang sudah berusia di atas 80 tahun seperti saya. Buku ini ingin membangun optimisme di tengah lautan penderitaan rakyat kecil yang belum beruntung, dengan catatan elite politik bangsa ini jangan terus berkubang dalam lumpur dosa dan dusta. Di berbagai kesempatan saya sering mengatakan bahwa yang lumpuh adalah hati nurani dan akal sehat. Tidak ada jalan lain yang terbuka, jika kita benar-benar ingin bangkit secara autentik, kecuali dengan menghidupkan kembali kepekaan hati nurani yang salah satu bentuknya adalah menegakkan hukum secara tegas, adil, tetapi tetap dalam koridor kearifan. Borok bangsa sudah terlalu parah. Oleh sebab itu, apa pun yang bisa kita perbuat harus kita lakukan, tidak boleh diam, sekalipun tampaknya kecil. Buku sederhana ini adalah salah satu bentuk dari pilihan hidup ‘tidak mau diam itu’. Saya masih percaya bahwa orang baik dalam masyarakat Indonesia masih banyak. Inilah yang memberi harapan bagi kemungkinan untuk bangkit itu. Kita jangan sampai kehilangan keberanian untuk berterus terang kepada bangsa ini, asal disampaikan dengan santun, jujur, dan terbuka. 

 Rincian buku: Penulis : Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif  Halaman : 274


IMAM AL JUNAID AL BAGHDADI PEMIMPIN KAUM SUFI


. RP 79.000

Produk
IMAM AL-JUNAID AL-BAGHDADI - Pemimpin Kaum Sufi
 Penulis : Dr. Ali Hassan Abdel-Kader ISBN : 978-602-391-553-8 Dimensi : 14 x 20 cm, 392 HALAMAN. SC. 

 "Sufi terakhir adalah Imam Al-Junaid. setelah itu tak ada satupun yang pantas disebutkan" Abu Said bin al-A'rabi.

Imam Junaid Al-Baghdadi adalah salah satu guru terkemuka dari Madrasah Sufi Baghdad dan pengarang kitab tasawuf Rasail dari paruh akhir abad 3 Hijriyah (9 M). 

Di dalam buku biografis yang sangat komplet ini, Syeikh Ali Hassan Abdel Kader menguraikan pelbagai kata kunci untuk memahami pemikiran sufistik Imam Junaid al-Baghdadi.

Buku ini sangatlah berguna, bermanfaat, dan sangat memudahkan mempelajari khazanah pemikiran tasawuf yang luar biasa mempesona, menantang, dan sekaligus berat pelaksanaannya.

Order : SMS/WA 085324521168


RETORIKA SENI BERBICARA ARISTOTELES


. RP 100.000


Produk

Socrates, Plato, dan Aristoteles memandang retorika dan puisi sebagai alat yang terlalu sering digunakan untuk memanipulasi orang lain melalui manipulasi emosi dan pengaburan fakta. Mereka mendakwa para sofis, termasuk Gorgias dan Isocrates, sebagai para pengguna manipulasi jenis ini, sedangkan para filsuf merupakan pengguna retorika yang didasarkan pada filsafat dan upaya-upaya pencerahan. Salah satu kontribusi terpenting Aristoteles dalam buku ini adalah ia mengidentifikasi retorika sebagai salah satu dari tiga elemen kunci dalam filsafat, bersanding dengan logika dan dialektika.

Aristoteles, melalui buku ini, memberikan dasar-dasar sistem retorika yang berfungsi sebagai batu pijakan bagi perkembangan teori retorika dari zaman kuno sampai zaman modern, sehingga buku ini dianggap sebagai karya tunggal yang paling penting dalam seni persuasi. Gross dan Walzer, sebagaimana Alfred North Whitehead, setuju bahwa semua filsafat Barat adalah catatan kaki bagi Plato dan semua teori retorika hanyalah serangkaian tanggapan terhadap isu-isu yang diangkat dalam Retorika.




DARI JALAN TUHAN MERAIH BAHAGIA INSPIRASI SUFI UNTUK MENJALANI KEHIDUPAN


. RP 85.000
Produk
http://www.tokopedia.com/tbahlulbait

http://www.bukalapak.com/tokobukuahlulbaitnet

https://www.lazada.co.id/shop/toko-buku-ahlul-bait/

http://Shopee.co.id/tokobukuahlulbait.net

Siap kirim buku2 Islam berkualitas... ORI penerbit

Info telpon 085324521168 atau wa.me/6285324521168
Website : tokobukuahlulbait.net



ISLAM KITA TITIK TEMU SUNNAH SYIAH


RP 100.000

Produk

ISLAM KITA TITIK TEMU SUNNAH SYIAH
SOFTCOVER

http://www.tokopedia.com/tbahlulbait

http://www.bukalapak.com/tokobukuahlulbaitnet

https://www.lazada.co.id/shop/toko-buku-ahlul-bait/

http://Shopee.co.id/tokobukuahlulbait.net

Siap kirim buku2 Islam berkualitas... ORI penerbit

Info telpon 085324521168 atau wa.me/6285324521168
Website : tokobukuahlulbait.net


SYIAH DI MATA SUNNAH, PANDANGAN 98 TOKOH


RP 75.000
Produk
Buku Baru : Syiah di Mata Sunnah; Pandangan 98 Tokoh 

karya Muhammad Sai'di 

Softcover,  251 halaman 
Book paper uk.15 x 24cm 
harga rp 75.000 

http://www.tokopedia.com/tbahlulbait

http://www.bukalapak.com/tokobukuahlulbaitnet

https://www.lazada.co.id/shop/toko-buku-ahlul-bait/

http://Shopee.co.id/tokobukuahlulbait.net

Siap kirim buku2 Islam berkualitas... ORI penerbit

Info telpon 085324521168 atau wa.me/6285324521168
Website : tokobukuahlulbait.net


Genealogi Hadis Politis AL MUAWIYAT


🌹🌸💐💐🌸🌹

*MENIMBANG KLAIM SEMUA SAHABAT ADIL*

_*Oleh #Ahmad Tsauri, Abdi dalamnya Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya*_ 

*Jarang sekali saya menemui buku yang begitu saya pegang memicu adrenalin, tak ingin berhenti memyusuri halaman demi halamannya sampai akhir. Salah satunya buku, "Genealogi Hadis Politis al Muawiyat"*.

*Misi penulisnya ingin meruntuhkan postulat terkenal dalam ilmu hadis Sunni" كل صحابي عدول" , semua sahabat adil (dapat diterima periwayatannya).*

*Saya sebutkan Sunni, karena Syi'ah memberikan banyak pengecualian, mereka hanya menerima hadis yang diriwayatkan oleh Ahlul Bait Nabi, dan Sahabat yang terang-terangan Pro Imam Ali, seperti Abu Dzar, Kumail dll. Sementara Abu Hurairah, Sayidah Aisyah, Abu Bakar, Umar dll mereka tolak mentah-mentah.*

*Kaidah "Seluruh sahabat Adil" sangat mengakar dikalangan Sunni. Implikasi terhadap periwayatan hadis, implikasi terhadap fikih, implikasi terhadap sejarah dan implikasinya terhadap teologi sangat besar. Oleh karena itu kaidah itu ditopang oleh banyak kaidah lain, misalnya Ibn Ruslan menulis:*

*وما جرى بين صحابي نسكت * عنه و اجر الاجتهاد نثبت*
*"Atas perselisihan yang terjadi dikalangan* *sahabat kita memilih diam tidak berkomentar*

*Dan kita meyakini semua sahabat mendapat pahala ijtihad atas semua perbuatannya".*

*Buku ini hendak meruntuhkan pohon besar keyakinan Sunni tentang keadilan sahabat sampai akar-akarnya. Sebagai produk akademik yang dipublikasi, khususnya bagi kalangan tradisional seperti NU, "proyek" penulis ini dahsyat sekali, menghentak nurani yang telah lama bergenerasi disirami dogma teologis.*

*Akan tetapi dalam ruang-ruang tertutup ada juga tokoh besar NU yang saya tahu menolak klaim semua sahabat Nabi adil itu, dan salah satu alasan penolakan itu adalah sikap Muawiyah, keluarganya dan patron politiknya yang membabat habis Ali dan Syi'isme Ali, pendukung Ali. Mungkin ada juga tokoh NU lain.*

*Ada sebuah buku yang secara tidak langsung mengkritik anggapan keadilan sahabat Nabi, buku _Ghâyatu-Ttabjîl_, buku itu diberi pengantar oleh Habib Umar bin Hafidz dan Habib Abu Bakat Adniy.*

*Banyak hal yang disampaikan dalam buku itu. Diantaranya, pertama: kekejaman Muawiyah dan pendukungnya yang memaksa imam Ali mengekseksui 25000 demonstran yang berakhir terhadap pembunuhan Ustman. Imam Ali menolak, Muawiyah memaksa*. 

*Kedua: Muawiyah dan Muawiyah menghabisi warisan intelektual Imam Ali. Diantara sahabat besar Nabi, imam Ali hidup 30 tahun setelah Nabi wafat, Abu Bakar 2 tahun setelah Nabi wafat, Umar 4.5 tahun, utsman 16.5 tahun.* 

*Anehnya kata penulis buku _Ghâyatu-Ttabjîl_, kenapa warisan intelektual Ali sama sekali hilang, padahal Ali menjadi Hakim semenjak kekhalifahan Abi Bakar, Umar bahkan Utsman. Kemana rimbanya riwayat, fatwa, dan tafsir Imam Ali. Kenapa ada fikih Umar yang hidup 4.5 tahun setelah Nabi wafat, sementara tidak ada fikih Ali, dan tafsir Ali, padahal Imam Ali baru wafat 30 tahun setelah Nabi saw? Kira-kira seperti itu.*

*Logika yang dibangun, semakin panjang usia seorang sahabat setelah Nabi wafat semakin banyak sahabat muda dan tabiin yang berguru kepadanya, semakin banyak riwayat yang disebarkan murid-muridnya.*

*Dan tentu semua riwayat itu mengafirmasi nama Ali, Ali, Ali, sebagaimana periwayat sahabat dan Tabi'in mengafirmasi Abu Hurairah dan Aisyah. Kenapa ada Aisyah, dan Abu Hurairah sementara Imam Ali tidak, padahal Imam Ali termasuk _min a'lamish-shahabah_: sahabat paling genius dan cerdas bahkan Nabi menyebutnya pintu kota ilmu. Dan kota ilmunya adalah Nabi sendiri.*

*Ketiga: Muawiyah dan penguasa (Bani) Umayyah setelahnya mengecam dan melaknat Ali lebih dari 30 tahun pada khutbah jum'at dan mimbar pengajian diseluruh kota, sampai khalifah Umar bin Abdul Aziz menjadi penguasa Umayyah.*

*Keempat: nyaris tidak dijumpai hadis shaheh mengenai keutamaan Ali dan keluarga Nabi. Semuanya diberangus habis oleh penguasa.*

*Tiga point terakhir itu juga yang dielaborasi secara apik dalam buku yang sedang saya baca ini, "Genealogi Hadis Politis Al Muawiyat".*  

*Buku ini juga memberi pemahaman ilmu pengetahuan dan pusat akademik di setiap jaman dipengeruhi ideologi penguasa. Ilmu pengetahuan tidak sepenuhnya mewakili semangat jamannya.*

*Sebagai karya akademik, yang menyajikan data Sunni maupun Syi'ah secara berimbang, saya dan seharusnya kita semua memyambutnya dengan gembira.* 

*Hemat saya, penulisan seperti ini termasuk dalam tajdid pemikiran Islam, revisionisme Islam sebenarnya. Bukan mengutak ngatik sesuatu yang telah menjadi ijma' ulama, seperti validitas al-Qura'n, historisitas Nabi saw dll.* 

*Yang membuat saya kaget penulis buku ini sangat narsis. Saya tidak ada apa-apanya dibanding "keangkuhan" akademik penulis buku ini. Misalnya dalam banyak kalimat dia mengkritik Prof Masykuri, sebagai orang yang tidak kompeten, sambil menyebut dirinya cerdas. Kalau kita membaca buku-buku ulama kuno, seperti _Assuyûthi_, narsisme seperti itu sangat wajar.*

*Saya jadi terkenang pengalaman sendiri, saya baru 1 kali mengatakan dalam sebuah diskusi dengan dosen: "materi ini sudah selesai dalam perdebatan ulama tidak ada yang baru", sekali itu saja jadi dosa abadi yang diingat 8 tahun dan dipakai untuk menghakimi saya ketika saya salah dan membutuhkan syafa'at. Sikap saya seperti itu dijadikan dasar untuk menganggap saya sombong, tidak nJawani.*

*Saya berpikir bagaiamana kalau saya melakukan "pengkerdilan" kepada dosen saya seperti yang dilakukan Dr. Muhammad Babul Ulum mengkritik Direktur Pascasarjana UIN Jakarta yang bernama Prof Masykuri itu. Saya hanya bisa mengandai-ngandai.*

*Sangat senang sekali ternyata ada orang Pekalongan, asli Buaran, Dr. Muhammad Babul Ulum, yang menulis buku serius seperti ini.*

*#Copas*

_*Maaf, bagi yang minat dengan buku tersebut bisa hub no ini:*_
Telp / WA: 085324521168
Harga Rp 85.000

AL-KÂFÎ, Tentang Akal, Ilmu & Tauhid


Judul buku : AL-KÂFÎ, Tentang Akal, Ilmu & Tauhid

Karya : Muhammad Ya’qub Al-Kulaini
Terjemahan : DR Muhammad Babul Ulum, M.Ag
Kata Pengantar : KH DR Jalaluddin Rakhmat, M.Sc

224 halaman, softcover
Ukuran 17,5 x 25cm 
Kertas Premium Bookpaper

Hrg 69.000

Minat chat wa.me/6285324521168

Al-Kafi adalah salah satu kitab hadis yang banyak dirujuk oleh kaum Musim Syiiah. Ditulis pada abad ke-4 Hijriah. Tidak seperti Al-Bukhari yang menyeleksi hadis-hadis yang ditulis dalam Shahih-nya. Dalam kitab Al-Kafi, Al-Kulaini menuliskan hadis apa saja yang didapatkan dari orang yang mengaku pengikut para Imam Ahlulbait as.

Di antara hadis-hadis dalam Al-Kâfî, menurut Sayyid Ali Al-Milani, terdapat 5.072 hadis shahîh. 144 hadis hasan. 1.128 hadis muwatstsaq, 302 hadis qawi dan 9.480 hadis dha'îf. Sementara menurut Syahid Tsani yang meneliti sanad-sanadnya, terdapat 5.073 hadis shahîh, 114 hadis hasan, 1.118 hadis muwatstsaq, 302 hadis qawi, dan 9.485 hadis dha'îf. 

Terjemahan kitab hadis Al-Kafi ini didedikasikan untuk melengkapi khazanah keimuan Islam di Indonesia.

After the Prophet kisah lengkap muasal perpecahan Sunni syiah


Harga 90.000

Buku "After The Prophet" ini menguraikan tentang sejarah yang dimulai dari setelah Rasulullah saw wafat sampai peristiwa tragis di Karbala. Dibagi dalam tiga bab: Muhammad, Ali, dan Husain.

Menarik dan renyah narasi cerita yang disusunnya karena menggunakan model novel alias bercerita. Sehingga tidak muncul kesan ilmiah yang agak jlimet saat dibaca. Ini saya kira bagian dari perkembangan dalam historiografi (tadwin at-tarikh).

Uraian buku After The Prophet dibuka dengan peristiwa di Karbala (Irak) berupa bom bunuh diri oleh kaum teroris di makam Imam Husain as dan diakhiri juga dengan opini semangat Husain yang menginspirasi revolusi Iran.

Pada bab Muhammad diceritakan tentang peristiwa tertinggalnya Aisyah kemudian ke Madinah bersama pria muda sehingga menjadi kemelut rumah tangga Nabi. Dari sini sosok Ali dibenci oleh Aisyah karena telah memberikan saran agar cari istri lagi.

Ceritanya terus bergerak pada sikap Nabi pada Khadijah dan putrinya. Kedekatan Nabi pada putrinya, Ali dan anak-anaknya. Kecemburuan Aisyah ditampakkan dalam narasi yang menarik. Kemudian bab ini berakhir dengan penguburan Nabi oleh Ali dan rebutan jabatan khalifah di Saqifah antara Muhajirin dan Anshar. Dimenangkan oleh kaum Muhajirin dengan baiat kepada Abubakar.

Masuk pada bab Ali. Kronologis dari masa khalifah Abubakar, Umar bin Khatab, dan penyerangan kepada Utsman bin Affan yang berujung wafat. Ali lantas diangkat oleh umat Islam sebagai khalifah. Peristiwa berdarah dimulai saat Aisyah bersama pasukannya melawan Khalifah Ali, Muawiyah dan pasukannya melawan Khalifah Ali, dan kaum Khawarij ikut memerangi Khalifah Ali. Sampai tiba wafat Khalifah Ali akibat bacokan pedang seorang Khawarij saat shalat subuh di bulan Ramadhan.

Cerita berlanjut dengan kekuasaan Muawiyah yang mendirikan imperium Umayyah, menekan masyarakat Kufah dan menugaskan seorang istri Imam Hasan agar meracuninya. Akhirnya Hasan putra Ali wafat. Seiring dengan kematian Muawiyah, Yazid putranya ditetapkan menjadi khalifah Umayyah. Seperti Muawiyah memerangi Ali dan meracun Hasan, Yazid pun menyuruh pasukannya untuk bantai Imam Husain bersama 72 orang yang menyertainya. Karbala tahun 680 M. banjir darah atas pembantaian pasukan Umayyah yang berjumlah ribuan kepada kafilah Imam Husain. Saya kira ini bukan perang, tetapi pemusnahan. Dan kejadian ini senantiasa tidak terlupakan dalam ingatan kaum Muslim sepanjang zaman. Setiap 10 Muharam, di Karbala, orang-orang Islam berjubel hadir dan mengenang peristiwa tragis yang menimpa keluarga Nabi Muhammad saw.

Pada bab Husain ini alur peristiwa dinarasikan kronologis sampai peristiwa kembalinya keluarga Imam Husain ke Madinah. Dan pada bab ini Lesley Hazleton membubui narasi dengan opini Ali Syariati dan menyebut revolusi Iran terinspirasi dari gerakan Husain saat menentang kezaliman Bani Umayyah. Ya, memang sejarah bisa menjadi pelajaran dan menggerakkan manusia untuk berubah dan mengubah. 

Buku After the Prophet ini secara historiografi bercorak naratif. Dengan gaya penuturan mirip novel. Tidak kaku dan enak dibaca. Uraiannya mengalir. Dan saya mengira ini bukan karya sejarah yang bersifat akademik. Mungkin bisa dikatakan narasi jurnalistik. Dan memang Lesley ini memiliki keahlian jurnalistik dan latar pendidikan bidang psikologi. Ditambah minat baca sejarah Islam klasik yang kuat, sehingga sumber penulisan pun dirujuk dari Thabari, Ibnu Ishaq, Ibnu Saad, dan Al-Baladzuri. Tentu juga bacaan karya ilmuwan kontemporer pun disajikan di akhir buku sebagai rujukan.

Satu hal yang menurut saya perlu dipertanyakan: mengapa Lesley Hazleton masih tertarik dengan rekonstruksi sejarah politik yang berdarah-darah? Tidak ada kemajuan atau kebaruan analisa, dan sekadar perulangan saja dari orientalis abad 18-19 M. Beda dengan karyanya yang berjudul The First Moslem, sangat mencerahkan dengan narasi yang kuat dalam menyajikan serpihan sejarah yang tidak kenal unsur politik. Namun, lebih pada peran dan kontribusi Sang Nabi di Jazirah Arabia. Bagi peminat sejarah, buku ini layak dibaca! *** (ahmad sahidin)

http://misykat.net/article/225122/resensi-buku-after-the-prophet.html

Yang berminat bisa Hub 085324521168
tokobukuahlulbait.net

Harga buku 90.000
Stok terbatas